just an ordinary 19-year-old boy majoring in Environmental Health Science. for me Grammer is sexy. and being a volunteer is kinda fun!.
Sebuah riset terbaru dari seorang ilmuwan Belanda mengguncangkan publik. Dia menemukan kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi sebagai salah satu bahan untuk filter rokok.
Fakta mencengangkan ini diungkapkan peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien Meindertsma, dan lalu didukung oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman.
Hemoglobin atau protein darah babi, ternyata digunakan untuk membuat filter rokok agar lebih efektif untuk menangkap bahan kimia berbahaya, sebelum masuk paru-paru seorang perokok. Menurut Chapman, industri rokok dunia memang kerap merahasiakan bahan-bahan yang mereka gunakan.
“Menurut mereka, ini adalah bisnis dan rahasia dagang kami,” kata Chapman seperti dilansir News.com, Kamis (1/4/2010).
Prof Chapman mengatakan penelitian ini memberitahu dunia tentang rahasia pembuatan rokok, dan untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat Muslim dan Yahudi yang taat, karena babi sangat diharamkan bagi kedua agama tersebut.
“Masyarakat Yahudi dan Muslim pasti akan menanggapi hal ini dengan sangat serius, dan juga para vegetarian,” pungkas Chapman. Tak ayal temuan ini menjadi bahan diskusi serius para ulama Islam dan para agamawan Yahudi di berbagai negara.
detikhealth | fimadani
(via whale-n)
For Science of the Day: A rare Scaptia (Plinthina) horse fly, which has gone unnamed since being discovered in 1981, shall henceforth be known as Scaptia (Plinthina) beyoncae in honor of world-renowned recording artist Beyoncé.
Why? Researcher Bryan Lessard of CSIRO’s Australian National Insect Collection says he felt the fly’s gold-colored abdomen made it “the all time diva of flies.”
“It was the unique dense golden hairs on the fly’s abdomen that led me to name this fly in honour of the performer Beyoncé,” Lessard said, “as well as giving me the chance to demonstrate the fun side of taxonomy - the naming of species.”